Artikel Menarik

REPLANTING SUDAH DILAKUKAN, TAPI GANODERMA MASIH MUNCUL. KENAPA?

Dipublikasikan 05 October 2026 oleh admin

← Kembali ke Berita

Penulis: Andi Agus suprianto SP MP — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

🌴 REPLANTING SUDAH DILAKUKAN, TAPI GANODERMA MASIH MUNCUL. KENAPA?

Basal Stem Rot (BSR) yang disebabkan oleh Ganoderma boninense bukan hanya masalah tanaman sawit tua.

📌 Hasil review Gorea et al. (2020) menunjukkan:

1️⃣ BSR dapat bertahan melalui successive replants
Penyakit ini dapat terus menjadi masalah setelah beberapa siklus penanaman kembali.

2️⃣ Tanaman yang lebih muda juga dapat terinfeksi
BSR yang dahulu sering dikaitkan dengan tanaman yang menua, kini juga ditemukan pada pertanaman yang lebih muda.

3️⃣ Dampaknya dapat memperpendek umur ekonomis siklus tanaman
Jika infeksi terjadi lebih awal, periode produktif tanaman dapat menjadi lebih pendek.

4️⃣ Replanting saja tidak cukup
Berbagai metode pengendalian telah diteliti, tetapi review tersebut menyatakan belum ada satu metode yang terbukti efektif untuk semua kondisi.

5️⃣ Arah pengelolaan jangka panjang
Penulis menyoroti pentingnya pemahaman interaksi sawit–Ganoderma serta pengembangan bahan tanaman yang toleran atau resisten.

🌱 Pesan penting untuk perkebunan:

REPLANTING ≠ otomatis bebas Ganoderma.

Karena itu, pengelolaan BSR perlu mempertimbangkan sanitasi sumber inokulum, pemantauan tanaman sejak muda, pengelolaan kebun, dan penggunaan material tanam yang memiliki toleransi/resistensi.

🔬 Sumber ilmiah:

Gorea, E.A., Godwin, I.D. & Mudge, A.M. (2020).
Ganoderma infection of oil palm – a persistent problem in Papua New Guinea and Solomon Islands.
Australasian Plant Pathology, 49, 69–77.
DOI: 10.1007/s13313-019-00673-9