Penulis: Andi Agus suprianto SP MP — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
TIPS BUDIDAYA SAWIT SEHAT DAN MENGURANGI RISIKO GANODERMA
Selama ini, replanting sering dianggap sebagai awal baru bagi perkebunan kelapa sawit.
Namun ada satu pertanyaan penting:
Apakah Ganoderma benar-benar hilang setelah tanaman lama ditebang?
Literatur ilmiah menunjukkan persoalannya jauh lebih kompleks.
Basal Stem Rot (BSR) yang disebabkan oleh Ganoderma boninense dapat tetap menjadi masalah pada siklus pertanaman berikutnya. Review internasional Gorea et al. (2020) bahkan menggambarkan infeksi Ganoderma sebagai “persistent problem” pada kelapa sawit.
Yang lebih menarik, BSR tidak hanya dikaitkan dengan tanaman tua.
Tanaman yang lebih muda juga dapat terinfeksi.
Karena itu, budidaya sawit sehat perlu dilakukan sejak persiapan lahan hingga pemeliharaan tanaman.
Beberapa langkah penting untuk mengurangi risiko Ganoderma:
1. Lakukan sensus tanaman secara rutin.
Tandai tanaman yang menunjukkan gejala seperti daun menguning, pelepah menggantung, pertumbuhan terhambat, tubuh buah Ganoderma, atau pembusukan pangkal batang.
2. Sanitasi lahan saat replanting.
Kumpulkan dan musnahkan tunggul, akar, serta bagian tanaman lama yang terinfeksi. Jangan membiarkan sisa jaringan sakit menjadi sumber inokulum bagi tanaman baru.
3. Hindari kontak akar dengan sumber inokulum.
Atur posisi lubang tanam agar tidak berada tepat di atas tunggul atau gumpalan akar tanaman lama yang terinfeksi.
4. Gunakan bahan tanam yang sehat dan berkualitas.
Pilih bibit dari sumber terpercaya, lakukan pemeriksaan kesehatan bibit, dan hindari penanaman bibit yang pertumbuhannya lemah atau menunjukkan gejala penyakit.
5. Jaga kesehatan tanah dan akar.
Perbaiki drainase, cegah genangan, pertahankan bahan organik, dan gunakan penutup tanah untuk mendukung aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan.
6. Kelola pemupukan secara seimbang.
Berdasarkan hasil analisis tanah dan daun, berikan unsur hara secara tepat agar tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan nutrisi.
7. Kurangi luka pada akar dan pangkal batang.
Hindari kerusakan akibat alat, kegiatan panen, pembersihan piringan yang berlebihan, atau pekerjaan kebun yang tidak hati-hati.
8. Segera isolasi tanaman yang terinfeksi.
Tanaman sakit berat sebaiknya ditumbangkan dan dikeluarkan dari kebun sesuai prosedur sanitasi. Peralatan yang digunakan perlu dibersihkan agar tidak memindahkan patogen.
9. Gunakan pengendalian hayati secara bijak.
Produk berbasis mikroorganisme antagonis, seperti Trichoderma, dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengelolaan terpadu, dengan memperhatikan rekomendasi label dan kondisi setempat.
10. Terapkan pengelolaan terpadu, bukan satu metode saja.
Tidak ada satu tindakan yang dapat menjamin Ganoderma hilang sepenuhnya. Sanitasi, bibit sehat, kesehatan tanah, pemantauan, dan tindakan cepat perlu dilakukan secara bersama-sama.
Pertanyaan penting berikutnya adalah:
Apakah masih terdapat sumber inokulum dari pertanaman sebelumnya?
Bagaimana kontak antara sumber inokulum dengan akar tanaman baru?
Seberapa agresif G. boninense pada tanaman muda?
Dan bagaimana strategi pengendalian dapat dilakukan sejak awal siklus perkebunan?
Penelitian terbaru pada 2026 kembali mengangkat persoalan survival dan aggressiveness G. boninense pada kelapa sawit.
Artinya, penelitian Ganoderma terus berkembang—dari sekadar mengenali gejala menjadi upaya memahami survival patogen, agresivitas, diagnosis dini, kesehatan akar, dan strategi pengendalian.
KESIMPULAN
Replanting bukan berarti masalah Ganoderma otomatis selesai.
Budidaya sawit sehat memerlukan pemantauan rutin, sanitasi yang baik, bahan tanam berkualitas, pengelolaan tanah dan air, pemupukan seimbang, serta tindakan cepat terhadap tanaman yang terinfeksi.
Karena itu, pengelolaan BSR perlu dipikirkan sejak sebelum replanting, saat replanting, hingga tanaman memasuki fase pertumbuhan awal.
SUMBER:
Gorea, E.A., Godwin, I.D. & Mudge, A.M. (2020).
Ganoderma infection of oil palm – a persistent problem in Papua New Guinea and Solomon Islands.
Australasian Plant Pathology, 49, 69–77.
DOI: 10.1007/s13313-019-00673-9
Periasamy, G. et al. (2026).
Survival and aggressiveness of Ganoderma boninense, causal agent of basal stem rot disease of oil palm in Peninsular Malaysia.
Discover Plants.
DOI: 10.1007/s44372-026-00628-7
