Inspirasi Petani & Agribisnis

DULUNYA PETANI SAWIT, KINI PETANI HORTIKULTURA

Dipublikasikan 05 October 2026 oleh admin

← Kembali ke Berita

Penulis: Andi Agus suprianto SP MP — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DULUNYA PETANI SAWIT, KINI PETANI HORTIKULTURA

Suryono dari Siak, Riau, memiliki lahan sekitar 2 hektare yang sebelumnya ditanami kelapa sawit.

Saat itu, dari 2 hektare sawit, penghasilannya sekitar Rp3 juta per bulan.

Namun ia berani mengambil keputusan berbeda.

Lahan sawitnya dialihkan menjadi lahan hortikultura: bayam, kacang panjang, terong, pepaya, melon dan sayuran lainnya.

Hasilnya?

Dalam laporan detik.com tahun 2016, Suryono menyebut pendapatan dari usaha sayurnya mencapai sekitar Rp25 juta per bulan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp9 juta digunakan untuk membayar 9 pekerja dan sekitar Rp5 juta untuk pupuk.

Artinya, berdasarkan rincian yang diberitakan saat itu, tersisa sekitar Rp11 juta per bulan sebelum biaya lainnya.

Yang lebih menarik…

Suryono tidak hanya berubah dari petani sawit menjadi petani hortikultura.

Ia juga mulai membuka lapangan pekerjaan bagi tetangganya.

🌱 Dari 2 hektare sawit → 2 hektare hortikultura.
💰 Sekitar Rp3 juta/bulan → Rp25 juta/bulan pendapatan kotor yang dilaporkan.
👨‍🌾 Dari bekerja sendiri → mempekerjakan 9 orang.

Kisah ini menunjukkan satu hal:

Lahan yang sama bisa menghasilkan cerita berbeda ketika strategi budidayanya berubah.

Namun perlu dicatat, angka tersebut adalah laporan tahun 2016, bukan angka pendapatan Suryono saat ini.

📚 Sumber: detikNews, 20 Juli 2016 — Kisah Suryono, Pemilik Sawit yang Sukses Ubah Nasib Jadi Petani Hortikultura.