{"id":186,"date":"2026-09-10T05:58:29","date_gmt":"2026-09-10T05:58:29","guid":{"rendered":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186"},"modified":"2026-09-10T08:16:45","modified_gmt":"2026-09-10T08:16:45","slug":"pupuk-tanah-nutrisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186","title":{"rendered":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar?"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: Imam Hartono Bangun<br \/>\nUniversitas Muhammadiyah Sumatera Utara<\/p>\n<p>Kalsium (Ca) dan nitrogen (N) biasanya dibahas sebagai dua unsur hara dengan fungsi yang berbeda. Nitrogen dikenal sebagai bahan penting dalam pembentukan klorofil, protein, asam amino, dan berbagai senyawa yang menunjang pertumbuhan tanaman. Sementara itu, kalsium lebih sering dikaitkan dengan kekuatan dinding sel, pertumbuhan jaringan muda, dan perkembangan akar.<\/p>\n<p>Namun, hubungan keduanya ternyata lebih menarik. Kalsium bukan hanya \u201cbahan pembangun\u201d tanaman, tetapi juga berperan sebagai <strong>pembawa sinyal di dalam sel<\/strong>. Melalui mekanisme ini, perubahan kadar Ca\u00b2\u207a di dalam sel dapat memengaruhi berbagai respons tanaman terhadap lingkungan dan ketersediaan unsur hara, termasuk nitrogen.<\/p>\n<h2>Dari nitrat sampai menjadi bahan pembentuk tanaman<\/h2>\n<p>Nitrogen yang tersedia di tanah dapat berada dalam beberapa bentuk, terutama nitrat (NO\u2083\u207b) dan amonium (NH\u2084\u207a). Ketika akar menyerap nitrat, unsur tersebut belum dapat langsung digunakan untuk membentuk protein.<\/p>\n<p>Nitrat terlebih dahulu direduksi menjadi nitrit (NO\u2082\u207b) oleh enzim <strong>nitrate reductase<\/strong>, kemudian diproses lebih lanjut hingga menghasilkan amonium. Amonium inilah yang selanjutnya masuk ke jalur pembentukan asam amino melalui kerja enzim seperti <strong>glutamine synthetase (GS)<\/strong> dan glutamate synthase.<\/p>\n<p>Di sinilah sinyal kalsium mempunyai peranan. Respons Ca\u00b2\u207a merupakan salah satu bagian dari jaringan pensinyalan yang membantu tanaman menyesuaikan aktivitas metabolisme nitrogen dengan kondisi di sekitar akar. Jadi, tanaman tidak sekadar \u201cmengambil\u201d nitrogen sebanyak-banyaknya, tetapi mengatur penyerapan dan pemanfaatannya sesuai kebutuhan.<\/p>\n<h2>Kalsium, nitrat, dan perkembangan akar<\/h2>\n<p>Hubungan nitrogen dengan akar juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah hara yang tersedia. Nitrat dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi sekaligus <strong>sinyal lingkungan<\/strong> bagi tanaman.<\/p>\n<p>Salah satu protein penting dalam proses ini adalah <strong>NRT1.1\/NPF6.3<\/strong>. Protein tersebut berperan dalam transport dan sensing nitrat serta berkaitan dengan pengaturan distribusi auksin. Karena auksin merupakan hormon penting bagi perkembangan akar, perubahan ketersediaan nitrat dapat memengaruhi bagaimana akar lateral terbentuk dan berkembang.<\/p>\n<p>Sinyal kalsium ikut terlibat dalam berbagai respons seluler terhadap perubahan kondisi nutrisi. Hubungan ini membantu tanaman menyesuaikan bentuk dan aktivitas sistem perakarannya dengan lingkungan tempat ia tumbuh.<\/p>\n<p>Sederhananya, ketika kondisi hara berubah, tanaman tidak diam saja. Sistem akar dapat ikut menyesuaikan diri untuk mencari dan memanfaatkan sumber nutrisi secara lebih efektif.<\/p>\n<h2>Ada mikroorganisme yang ikut bekerja<\/h2>\n<p>Cerita nitrogen tidak berhenti pada tanaman. Tanah di sekitar akar atau <strong>rizosfer<\/strong> dihuni oleh komunitas mikroorganisme yang sangat aktif.<\/p>\n<p>Akar mengeluarkan berbagai senyawa organik yang dikenal sebagai <strong>eksudat akar<\/strong>. Senyawa tersebut menjadi salah satu penghubung antara tanaman dan mikroorganisme tanah. Komposisi eksudat dapat berubah mengikuti kondisi fisiologis tanaman dan lingkungan perakaran.<\/p>\n<p>Di dalam rizosfer terjadi berbagai proses penting dalam siklus nitrogen. Mikroorganisme nitrifikasi membantu mengoksidasi amonia, sedangkan mikroorganisme lain menjalankan mineralisasi, denitrifikasi, maupun fiksasi nitrogen.<\/p>\n<p>Kelompok seperti <em>Nitrosomonas<\/em> dan <em>Nitrospira<\/em>, misalnya, dikenal memiliki peranan penting dalam nitrifikasi. Di sisi lain, bakteri penambat nitrogen seperti <em>Rhizobium<\/em>, <em>Azotobacter<\/em> dan <em>Azospirillum<\/em> dapat membantu memasukkan nitrogen atmosfer ke dalam sistem biologis melalui mekanisme yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Artinya, ketersediaan nitrogen bagi tanaman sebenarnya merupakan hasil interaksi yang cukup rumit antara <strong>tanaman, akar, mikroorganisme, sifat tanah, air, oksigen, dan kondisi lingkungan<\/strong>.<\/p>\n<h2>Apakah semakin banyak kalsium semakin baik?<\/h2>\n<p>Tidak demikian.<\/p>\n<p>Memahami hubungan Ca dan N bukan berarti tanaman harus diberikan kalsium sebanyak mungkin. Kelebihan atau ketidakseimbangan unsur hara justru dapat mengganggu penyerapan unsur lainnya.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah menjaga kondisi tanah sehingga unsur hara tersedia dalam jumlah yang sesuai, pH mendukung pertumbuhan tanaman, akar berkembang dengan baik, dan aktivitas biologis tanah tetap terpelihara.<\/p>\n<p>Karena itu, pemupukan sebaiknya tidak hanya berpatokan pada satu unsur. Analisis tanah, kebutuhan tanaman, fase pertumbuhan, sumber pupuk, pH, serta kondisi lahan perlu dipertimbangkan bersama.<\/p>\n<h2>Tanah adalah sistem hidup<\/h2>\n<p>Hubungan kalsium dan nitrogen memberi gambaran bahwa nutrisi tanaman bukan sekadar persoalan menambahkan pupuk ke tanah. Di bawah permukaan tanah terdapat jaringan interaksi antara unsur kimia, akar, enzim, hormon, dan mikroorganisme.<\/p>\n<p>Kalsium berperan penting dalam struktur sekaligus pensinyalan sel, sementara nitrogen menjadi salah satu unsur utama penyusun berbagai molekul kehidupan tanaman. Interaksi keduanya menjadi bagian dari sistem yang membantu tanaman merespons kondisi nutrisi dan lingkungan.<\/p>\n<p>Bagi petani, pesan praktisnya sederhana: <strong>tanaman yang produktif membutuhkan keseimbangan hara dan lingkungan perakaran yang sehat, bukan sekadar dosis pupuk yang tinggi.<\/strong><\/p>\n<h3>Daftar Pustaka<\/h3>\n<p>Crawford, N. M., &amp; Glass, A. D. M. (1998). Molecular and physiological aspects of nitrate uptake in plants. <em>Trends in Plant Science, 3<\/em>(10), 389\u2013395.<\/p>\n<p>Ho, C. H., Lin, S. H., Hu, H. C., &amp; Tsay, Y. F. (2009). CHL1 functions as a nitrate sensor in plants. <em>Cell, 138<\/em>(6), 1184\u20131194.<\/p>\n<p>Krouk, G., Lacombe, B., Bielach, A., Perrine-Walker, F., Malinska, K., Mounier, E., et al. (2010). Nitrate-regulated auxin transport by NRT1.1 defines a mechanism for nutrient sensing in plants. <em>Developmental Cell, 18<\/em>(6), 927\u2013937.<\/p>\n<p>Miller, A. J., Fan, X., Orsel, M., Smith, S. J., &amp; Wells, D. M. (2007). Nitrate transport and signalling. <em>Journal of Experimental Botany, 58<\/em>(9), 2297\u20132306.<\/p>\n<p>Xu, G., Fan, X., &amp; Miller, A. J. (2012). Plant nitrogen assimilation and use efficiency. <em>Annual Review of Plant Biology, 63<\/em>, 153\u2013182.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Imam Hartono Bangun Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Kalsium (Ca) dan nitrogen (N) biasanya dibahas sebagai dua unsur hara dengan fungsi yang berbeda. Nitrogen dikenal sebagai\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":187,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[60],"tags":[],"class_list":["post-186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pupuk-tanah-nutrisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penulis: Imam Hartono Bangun Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Kalsium (Ca) dan nitrogen (N) biasanya dibahas sebagai dua unsur hara dengan fungsi yang berbeda. Nitrogen dikenal sebagai\u2026\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teman Petani Pintar\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-10T05:58:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-10T08:16:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01-683x1024.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815\"},\"headline\":\"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar?\",\"datePublished\":\"2026-09-10T05:58:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-10T08:16:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186\"},\"wordCount\":782,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png\",\"articleSection\":[\"Pupuk, Tanah &amp; Nutrisi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186\",\"name\":\"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png\",\"datePublished\":\"2026-09-10T05:58:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-10T08:16:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png\",\"width\":1024,\"height\":1536},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=186#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/\",\"name\":\"Teman Petani Pintar\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar","og_description":"Penulis: Imam Hartono Bangun Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Kalsium (Ca) dan nitrogen (N) biasanya dibahas sebagai dua unsur hara dengan fungsi yang berbeda. Nitrogen dikenal sebagai\u2026","og_url":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186","og_site_name":"Teman Petani Pintar","article_published_time":"2026-09-10T05:58:29+00:00","article_modified_time":"2026-09-10T08:16:45+00:00","og_image":[{"width":683,"height":1024,"url":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01-683x1024.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815"},"headline":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar?","datePublished":"2026-09-10T05:58:29+00:00","dateModified":"2026-09-10T08:16:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186"},"wordCount":782,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png","articleSection":["Pupuk, Tanah &amp; Nutrisi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186","url":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186","name":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar? - Teman Petani Pintar","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png","datePublished":"2026-09-10T05:58:29+00:00","dateModified":"2026-09-10T08:16:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petanipintar.id\/?p=186"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#primaryimage","url":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png","contentUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ChatGPT-Image-10-Sep-2026-12.58.01.png","width":1024,"height":1536},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=186#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petanipintar.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sinergi Kalsium dan Nitrogen: Bagaimana Tanaman Mengatur Hara dan Mikroorganisme di Sekitar Akar?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#website","url":"https:\/\/petanipintar.id\/","name":"Teman Petani Pintar","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petanipintar.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/e2ec4483901a617f504ef472e1b2e815","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/527b00424f5110f7aa6862edbf6afb02bf4ec60f6b976642611187b797d2dd17?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/petanipintar.id"],"url":"https:\/\/petanipintar.id\/?author=1"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=186"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":213,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions\/213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}