{"id":277,"date":"2026-10-14T09:20:32","date_gmt":"2026-10-14T09:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277"},"modified":"2026-10-14T09:20:32","modified_gmt":"2026-10-14T09:20:32","slug":"tanah-yang-terjaga-selama-ribuan-tahun-bisa-rusak-dalam-sekejap-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277","title":{"rendered":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap"},"content":{"rendered":"<div><strong>Penulis:<\/strong> Imam Hartono Bangun &#8211; Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara<\/div>\n<div>\n<p><strong>Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Kamu tahu ga? Kalo dalamnya terdapat kehidupan yang terbentuk selama ratusan hingga ribuan tahun dan tidak mudah dikembalikan ketika rusak.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Tanah menyimpan kekayaan kehidupan mikrobiologis<\/strong><\/p>\n<p>Tahukah kamu bahwa tanah merupakan salah satu habitat dengan keanekaragaman hayati terbesar di Bumi? Tanah menjadi rumah bagi bakteri, jamur, cacing, nematoda, tungau, dan berbagai organisme kecil yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tanah juga menyimpan karbon dalam jumlah besar dan mendukung produksi pangan dunia.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-269 aligncenter\" src=\"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1785273733670-266x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"743\" height=\"837\" srcset=\"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1785273733670-266x300.jpeg 266w, https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1785273733670-908x1024.jpeg 908w, https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1785273733670-768x866.jpeg 768w, https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1785273733670.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 743px) 100vw, 743px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Gambar 1. perbedaan struktur tanah, keanekaragaman hayati, serta koadaptasi dan koevolusi antara tanah yang terganggu dan tanah lama yang tidak terganggu di padang rumput (de Vries 2026; DOI:10.1016\/j.tree.2026.05.013).<\/p>\n<p>Namun, ada satu hal yang sering terlupakan yaitu, <strong>tanah yang telah berkembang secara alami selama ratusan hingga ribuan tahun tidak dapat digantikan begitu saja oleh tanah yang baru diolah.<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Proses pembentukan tanah membutuhkan waktu yang panjang<\/strong><\/p>\n<p>Di dalam tanah yang relatif tidak terganggu, akar tanaman, benang-benang jamur, dan aktivitas hewan tanah secara perlahan membentuk struktur yang kompleks. Proses ini menghasilkan agregat tanah, pori-pori, saluran alami, serta ruang-ruang kecil yang menyimpan air, udara, dan bahan organik.<\/p>\n<p>Struktur tersebut menciptakan lingkungan yang berbeda-beda, bahkan dalam jarak beberapa milimeter. Setiap ruang dapat menjadi tempat hidup bagi organisme dengan kebutuhan yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>B. Ada kehidupan tersembunyi di bawah permukaan tanah<\/strong><\/p>\n<p>Tanah yang sehat memiliki jaringan kehidupan yang saling terhubung. Bakteri dan jamur menguraikan bahan organik, sementara nematoda, springtail, dan organisme lainnya membantu mengatur aliran energi serta siklus unsur hara.<\/p>\n<p>Ketika akar mati, bekasnya dapat membentuk saluran yang membantu pergerakan air dan udara. Sementara itu, jaringan jamur dan liang hewan tanah menciptakan jalur penghubung antarruang kehidupan.<\/p>\n<p>Dalam jangka panjang, kondisi yang relatif stabil memungkinkan terbentuknya habitat khusus bagi organisme tertentu. Hubungan antara tanaman dan mikroorganisme juga berpotensi berkembang melalui proses adaptasi yang berlangsung selama banyak generasi.<\/p>\n<p><strong>C. <\/strong><strong>Gangguan tanah dapat merusak proses yang berlangsung sangat lama<\/strong><\/p>\n<p>Pengolahan tanah secara intensif, pembajakan, dan perubahan hutan alami menjadi lahan pertanian dapat mengganggu keseimbangan tersebut.<\/p>\n<p>Dampaknya antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Struktur agregat tanah rusak dan pori-pori alami berubah.<\/li>\n<li>Jaringan jamur terputus sehingga hubungan antarmikrohabitat terganggu.<\/li>\n<li>Habitat organisme tanah menjadi lebih seragam.<\/li>\n<li>Sebagian organisme yang memiliki kebutuhan khusus dapat kehilangan tempat hidupnya.<\/li>\n<li>Cadangan karbon tanah berpotensi menurun akibat perubahan kondisi lingkungan dan pengelolaan lahan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Gangguan ini tidak selalu menghilangkan seluruh kehidupan di dalam tanah. Namun, komunitas organisme dapat berubah, dengan jenis-jenis yang mampu beradaptasi terhadap gangguan menjadi lebih dominan, sementara organisme yang lebih sensitif berisiko berkurang.<\/p>\n<p><strong>D. Mengapa padang rumput dan hutan alami penting?<\/strong><\/p>\n<p>Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekosistem padang rumput yang telah lama berkembang tanpa pembajakan dapat memiliki biomassa mikroorganisme dan cadangan karbon tanah yang lebih tinggi dibandingkan padang rumput yang baru diolah. Perubahan hutan alami menjadi lahan pertanian juga dapat mengubah komposisi komunitas organisme tanah dan menyebabkan kehilangan karbon yang bertahan lama.<\/p>\n<p>Karena itu, memulihkan lahan yang rusak memang penting, tetapi hasil pemulihan belum tentu sama dengan kondisi tanah alami yang berkembang selama ribuan tahun.<\/p>\n<p><strong>E. Bagaimana cara melindungi tanah tua?<\/strong><\/p>\n<p>Langkah pertama adalah mengenali lokasi tanah yang masih memiliki struktur dan karakter alami. Informasi dari masyarakat setempat, peta penggunaan lahan historis, catatan pertanian, dan citra satelit dapat membantu mengidentifikasi kawasan yang relatif tidak terganggu.<\/p>\n<p>Penilaian berikutnya dapat mencakup struktur tanah, kandungan bahan organik, cadangan karbon, serta keanekaragaman organisme dan mikroorganisme. Analisis DNA, termasuk metabarcoding dan pendekatan genomik yang sesuai, juga dapat membantu mengungkap komunitas kehidupan yang tersembunyi di dalamnya.<\/p>\n<p><strong>F. Melindungi tanah berarti menjaga warisan kehidupan<\/strong><\/p>\n<p>Tanah yang sudah tua bukan sekadar kumpulan mineral dan bahan organik. Tanah merupakan ekosistem kompleks yang terbentuk melalui interaksi panjang antara organisme, akar tanaman, iklim, dan lingkungan.<\/p>\n<p>Kita dapat memperbaiki tanah yang rusak, tetapi membangun kembali seluruh kerumitan ekologis tanah alami membutuhkan waktu yang panjang dan tidak selalu berhasil sepenuhnya.<\/p>\n<p><strong>Pesan pentingnya: kami mohon jangan menunggu tanah rusak untuk mulai melindunginya. Menjaga tanah yang masih utuh jauh lebih baik daripada berusaha membangun kembali ekosistem yang telah hilang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong> de Vries (2026), <em>Trends in Ecology &amp; Evolution<\/em>. DOI: 10.1016\/j.tree.2026.05.013.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Imam Hartono Bangun &#8211; Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Kamu tahu ga? Kalo dalamnya terdapat kehidupan yang terbentuk selama ratusan\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":270,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[11,60],"tags":[],"class_list":["post-277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-menarik","category-pupuk-tanah-nutrisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teman Petani Pintar\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-14T09:20:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21-1024x1024.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c\"},\"headline\":\"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap\",\"datePublished\":\"2026-10-14T09:20:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277\"},\"wordCount\":671,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Menarik\",\"Pupuk, Tanah &amp; Nutrisi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277\",\"name\":\"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png\",\"datePublished\":\"2026-10-14T09:20:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c\"},\"description\":\"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png\",\"width\":1894,\"height\":1894},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?p=277#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/\",\"name\":\"Teman Petani Pintar\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/petanipintar.id\\\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar","description":"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar","og_description":"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?","og_url":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277","og_site_name":"Teman Petani Pintar","article_published_time":"2026-10-14T09:20:32+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1024,"url":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21-1024x1024.png","type":"image\/png"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c"},"headline":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap","datePublished":"2026-10-14T09:20:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277"},"wordCount":671,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png","articleSection":["Artikel Menarik","Pupuk, Tanah &amp; Nutrisi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277","url":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277","name":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap - Teman Petani Pintar","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png","datePublished":"2026-10-14T09:20:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c"},"description":"Tanah bukan sekadar tempat tanaman tumbuh. Di dalamnya ada kehidupan yang terbentuk selama ribuan tahun dan sulit dipulihkan saat rusak?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petanipintar.id\/?p=277"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#primaryimage","url":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png","contentUrl":"https:\/\/petanipintar.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tangkapan-Layar-2026-10-13-pukul-18.06.21.png","width":1894,"height":1894},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/?p=277#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petanipintar.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanah yang Terjaga Selama Ribuan Tahun Bisa Rusak dalam Sekejap"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#website","url":"https:\/\/petanipintar.id\/","name":"Teman Petani Pintar","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petanipintar.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petanipintar.id\/#\/schema\/person\/b0d350540509d6782564b057ab777e3c","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5c5893ee16b9b59436e0f5be6605e1a940cfc0273b8572acda1959c64405557e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"url":"https:\/\/petanipintar.id\/?author=4"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":278,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/277\/revisions\/278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petanipintar.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}